Total Tayangan Halaman

Blogroll

About

Blogger news

Slider(Do not Edit Here!)

Blogger templates

Recent Post

Pages

Ganti Bhs.

Popular Posts

Followers

Cari Isi Blog Ini

RSS

Selamat Datang di blog kami

sugeng rawuh poro tamu sedoyo wonten ing blog kito. mila saking menika mbok bilih wonten kakiranganipun kula lan sedoyo konco-konco nyuwun aguning pangapuro.

CERN Berhasil Menciptakan Materi Terpanas

 
Tim peneliti dari Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) kembali membuat kejutan. Mereka berhasil mencipatakan materi buatan terpanas.

Materi buatan terpanas itu diciptakan oleh tim eksperimen A Large Ion Collider Experiment (ALICE). Mereka menabrakkan ion timah satu sama lain sehingga menciptakan quark gluon plasma, materi yang dikenal sebagai sup primitif yang terbentuk beberapa milidetik setelah Big Bang. Materi tersebut "bebas" bukan membentuk ikatan sebagaimana proton dan neutron.

Sebelumnya, pencetak rekor pencipta materi terpanas adalah Brookhaven National Laboratory (BNL). Tim peneliti di lembaga riset itu menciptakan materi dengan suhu 4 triliun derajat Celsius.

Kini, dalam Quark Matter Conference 2012 di Washington pada 13 Agustus 2012 lalu, tim CERN mengumumkan bahwa materi yang mereka ciptakan 38 persen lebih tinggi dari materi terpanas sebelumnya. Dengan demikian, bisa diperkirakan bahwa materi buatan CERN mencapai suhu 5,5 triliun derajat Celsius.

Meski prestasi BNL terkalahkan dalam penciptaan materi terpanas, lembaga riset itu berhasil mengetahui salah satu karakteristik quark-gluon plasma. Berdasarkan hasil riset mereka, quark gluon plasma dalam kondisi tertentu bisa eksis berupa gas hadron, sama halnya seperti air yang bisa eksis dalam bentuk es atau uap air.

Baik BNL maupun CERN sama sekali tidak fokus pada upaya penciptaan materi terpanas. Fokusnya adalah menyelidiki apa yang terjadi dan apa saja yang tercipta setelah Big Bang. Ke depan, CERN akan terus menyelidiki karakteristik quark-gluon plasma. Bersama tim lainnya seperti ATLAS san CMS yang mengumumkan eksistensi partikel mirip Partikel Tuhan beberapa waktu lalu, CERN akan menguak rahasia penciptaan alam semesta. 


Sumber : KOMPAS.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Katak Rawa "Kekar" Ditemukan di Riau

 
Satu lagi jenis katak baru ditemukan di Indonesia, menandakan bahwa Indonesia kaya akan beragam jenis amfibi. Spesies yang ditemukan kali ini dinamai Hylarana rawa.

Penemuan spesies ini melalui proses panjang. Pada tahun 2007, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dan beberapa pihak menginventarisasi biodiversitas Suaka Margasatwa Giam-Siak Kecil. Tujuannya, sebagai acuan pengajuan suaka margasatwa sebagai cagar biosfer.

Dalam proses inventarisasi, peneliti dan teknisi herpetologi LIPI, Ir Mumpuni dan Mulyadi, berhasil mengambil satu spesimen katak yang kemudian dideskripsikan sebagai Hylarana rawa ini.

Jumlah spesimen yang berhasil dikoleksi hanya satu. Spesimen itu kemudian dibawa ke Museum Zoologi Bogor. Identifikasi morfologi saat itu hanya berhasil mengidentifikasi hingga tingkat genus, yakni Rana.

Rana sebelumnya adalah marga yang juga menaungi Hylarana. Karena perkembangan taksonomi, maka Rana sekarang terbagi menjadi beberapa marga baru, di mana Hylarana hanya salah satunya.

Identifikasi secara molekuler pada spesimen baru dilakukan Amir Hamidy dari Museum Zoologi Bogor bersama pembimbing S-3-nya di Kyoto University, Masafumi Matsui, pada tahun 2012.

"Dari hasil analisis molekuler dari mitokondria DNA, gen 16S rRNA, bisa diketahui bahwa MZB Amp 14656 (kode spesimen) merupakan jenis baru, dengan perbedaan jarak genetik yang cukup besar 13,9–15,7 persen dari jenis-jenis lain sekerabatnya," urai Amir.

Peneliti juga membandingkan spesimen dengan tiga jenis katak segenus lain, Hylarana baramica, Hylarana laterimaculata, dan Hylarana glandulosa. Ciri-ciri yang membedakan jenis-jenis tersebut diidentifikasi.

"Karena MZB Amp 14656 merupakan spesimen jantan, maka kami berhasil mengidentifikasi salah satu karakter seks sekunder, yaitu memiliki humeral gland (kelenjar di lengan atas) yang sangat besar dibandingkan dengan ukuran badannya," jelas Amir. Kelenjar tersebut membuat lengan katak terkesan kekar.

Selain karakteristik itu, dalam surat elektronik kepada Kompas.com, Senin (27/8/2012), Amir juga mengatakan bahwa Hylarana rawa memiliki selaput kaki yang minimal, tak seperti katak jenis lain.

Tentang nama "rawa" sendiri, Amir mengatakan, nama itu dipilih sesuai habitatnya di rawa. Menurutnya, tak banyak jenis katak yang bisa beradaptasi dan hidup di lingkungan rawa gambut yang asam.

Setelah deskripsi Hylarana rawa sebagai spesies baru, pencarian lagi spesies itu masih perlu dilakukan. Hingga saat ini, informasi biologi seperti populasi dan status konservasinya belum diketahui.

"Jangan sampai penemuan kali ini menjadi yang terakhir ditemukannya Hylarana rawa. Kekhawatiran ini cukup beralasan karena amfibi merupakan hewan yang sangat rentan dengan perubahan lingkungan, termasuk pemanasan global," ungkap Amir.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Current Herpetology edisi Juni 2012.


Sumber : KOMPAS.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Powered By Blogger
TIKI ESPEMA CLA-X. Diberdayakan oleh Blogger.